Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta (MPS PWM DKI Jakarta) mengadakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Pengukuhan Relawan Sosial & Kebencanaan pada hari Sabtu sampai Ahad (24-25 April 2022) di Kampus B FKIP Uhamka yang melibatkan seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-DKI Jakarta, termasuk Uhamka.

Dalam sambutannya, Ketua PWM DKI Jakarta Ayahanda K.H. Sun’an Miskan, Lc memberikan penguatan kepada peserta bahwa sebagai Kader Muhammadiyah harus peduli terhadap sesama mengingat nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi pondasi gerakan dakwah K.H. Ahmad Dahlan ketika mendirikan Muhammadiyah. Menurutnya, meskipun bencana sulit dihindari manusia tetapi bukan berarti kita pasrah berdiam diri ketika bencana terjadi, Kader Muhammadiyah harus terus berkontribusi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta berikhtiar dalam meminimalisir kerugian yang dialami akibat bencana. “Bencana memang sunatullah, (artinya) pasti akan terjadi. Tetapi bukan berarti kita sama sekali tidak berupaya mencegah dan memperbaiki kerusakan yang ada. Muhammadiyah senantiasa hadir di tengah masyarakat untuk membantu masyarakat di dalam situasi krisis karena bencana alam dan sosial

Senada dengan yang disampaikan Ayahanda K.H. Sun’an Miskan, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Uhamka, Ibunda Dr. Lelly Qodariah, M.Pd. dalam materi yang disampaikannya pada forum pelatihan ini menjelaskan bahwa mahasiswa sepatutnya memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang kebencanaan, bahkan mahasiswa juga dituntut untuk menguasai complex problem solving untuk menyelesaikan persoalan-persoalan sosial yang hadir di masyarakat Indonesia saat ini. “Keterampilan complex problem solving harus dimiliki oleh kita untuk menyelesaikan persoalan-persoalan sosial. Mahasiswa harus memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang kebencanaan mengingat wilayah Indonesia secara geografis sangat rentan terhadap bencana alam. Kemudian people management juga menjadi penting, kerjasama melahirkan keseruan antara mahasiswa PTM, kita harus mampu menghargai diri kita dan institusi (Muhammadiyah). kita perlu bertenggang rasa dengan semua orang”.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Drs. Ahmad Arif, M.Pd. (Ketua yang membidangi MPS PWM DKI Jakarta), M. Furqon, SKM,. MKM. (Ketua MPS PWM DKI Jakarta), serta Drs. Nandi Rachman, M.Ag. (Kepala Kantor LazisMu Uhamka). Uhamka mendelegasikan 15 mahasiswa dalam kegiatan ini, terdiri dari aktivis organisasi mahasiswa seperti Hizbul Wathan, Pramuka, IMM, BEM Fakultas serta mahasiswa yang aktif mengikuti kegiatan-kegiatan sosial di dalam maupun luar kampus. Salah satu peserta dari Pendidikan Sejarah FKIP Uhamka (Ahmad Suhendra) mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini sangat menginspirasi, mengingat banyak wawasan yang dia peroleh seputar mengatasi kebencanaan. “Kegiatan ini sungguh menyenangkan, saya menjadi tahu apa saja yang harus dilakukan ketika bencana alam terjadi, juga bagaimana menolong masyarakat ketika mereka terdampak bencana. Selain ilmu, saya juga mendapatkan banyak pengalaman berharga saat ini mengikuti kegiatan ini. Banyak kenalan dari kampus lain, menambah banyak teman baru bagi saya dan Uhamka. Saya berharap kegiatan seperti ini terus bergulir ke depannya.

Tinggalkan Balasan